Tampilkan postingan dengan label Campus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Campus. Tampilkan semua postingan

Agustus 27, 2014

Tampilan baru PPA FK UMS 2014

pemberian materi saat penyelenggaran PPA.

Surakarta - Badan eksekutif mahasiswa Fakultas Kedokteran UMS, Senin (25/8/2014) melaksanakan kegiatan program pengenalan akademik(PPA) yang bertujuan untuk mengenalkan universitas dan kampus kepada mahasiswa baru tahun  ajaran 2014/2015 di kampus 4 UMS. Kegiatan PPA kali ini akan dilangsungkan selama 3 hari sampai pada tanggal 27 Agustus 2014.
            Pada kegiatan tahun ini terdapat sedikit perbedaan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan turunnya SK rektorat mengenai dihapuskannya koordinator lapangan yang terkesan keras dan menyeluruh. Perubahan yang terjadi langsung di tanggapi oleh Bayu hendro wibowo selaku gubernur BEM FK UMS. “Sekarang bentuk teguran bukan lagi terkesan keras (meneriaki) akan tetapi berganti dengan ketegasan dan terdapat buku regulasi berisi point serta penilaian mahasiswa baru yang dikoordinasikan panitia dan dekanat”. Bayu juga menambahkan pemberian tugas pada mahasiswa baru dibentuk sedemikian rupa dan tugas tersebut juga telah di evaluasi oleh Wakil dekan 3 FK UMS agar sesuai dengan mahasiswa baru dan berguna saat perkuliahan nantinya.
            PPA kali ini mendapatkan pengawasan tidak hanya dari dewan perwakilan mahasiswa (DPM) Fakultas Kedokteran dan BEM akan tetapi sekarang memakai sistim pembagian tim. Terdapat tim pelaksana dan advokasi. Tim pelaksana terdiri dari BEM dan UKM fakultas dan tim advokasi terdiri dari lokal (DPM Fakultas) dan pusat (advokasi pusat). Penanggung jawab dari tim tersebut adalah wakil dekan 3 Fakultas Kedokteran UMS.
            Pada kegiatan hari pertama PPA dikondisikan pemberian materi yang berlangsung di kelas serta lebih di arahkan pada ketepatan waktu. Terdapat sisi positif dari adanya SK tersebut bahwasanya mahasiswa baru merubah pandangan mengenai PPA yang tidak seperti perpeloncoan yang diberitakan media cetak maupun online. Ketua PPA Oka iramda saputra menyampaikan “ untuk PPA tahun ini berjalan lebih tertib dan sesuai harapan walaupun terdapat beberapa kendala, tetapi pihak panitia telah lebih siap untuk menangani teknis dilapangan”.
            “semoga pada PPA pada tahun 2014 ini berjalan dengan baik dan lancar serta antara peserta dan panitia agar bekerja sama untuk mewujudkan PPA yang lebih tertib dan kekeluargaan,” tuturnya. (red: Ryan budi gunawan/ MAESTRO)

Juni 25, 2014

PILPRES, MAU PILIH SIAPA?


Tahun 2014 ini merupakan sebuah tahun yang penting bagi bangsa Indonesia. Kenapa bisa begitu? Ya karena di tahun inilah pesta demokrasi terbesar Indonesia diselenggarakan. Ya, di tahun inilah Pemilu akan dilaksanakan baik itu pemilu untuk para calon legislatif maupun pemilu untuk pemilihan Presiden dan Wakilnya. Untuk pemilihan calon legislatif sendiri itu sudah kita lalui di bulan April lalu. Di dalam pemilu legislatif ini, banyak warta berita yang menganggap banyak sekali kekurangannya entah dari segi pendistribusiannya, partisipasi pemilihnya maupun penyelenggaraan pemilu itu sendiri. Namun disini kita tidak akan membahas hal tersebut, di sini kita akan membahas tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di bulan Juli nanti yang akan menentukan mau di bawa kemana bangsa kita ini untuk 5tahun kedepan.
Yaa, sebelum kita jauh melangkah mari kita mengerti dulu tentang Politik yang memang berkaitan erat dengan Pemilu ini. Apa sih Politik itu? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) politik adalah (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan). Disini dapat kita cerna bahwa politik itu berkaitan erat dengan ketatanegaraan namun dalam arti luas politiik itu bisa meliputi ke dalam berbagai aspek, politik bisa berhubungan dengan ekonomi, sosial bahkan olahraga juga berhubungan dengan politik. Oke kita kembali ke topik. Seperti yang kita ketahui untuk Pemilu kali ini Indonesia memiliki 2pasangan calon pemimpin negri ini. Pasangan nomor 1 adalah Prabowo-Hatta, mantan Danjen Kopassus dan Menko Perekonomian saat ini kemudian ada pasangan nomor 2 yakni Jokowi-Hatta, 2orang yang terkenal dengan sikap merakyat dan ketegasannya.



Sekarang pun sudah mulai memasuki masa kampanye untuk kedua calon ini. Namun tidak sedikit ditemukan kampanye-kampanye hitam yang disisipkan dalam kampanye kali ini, yang isinya saling menjelekkan calon satu sama lain. Ini juga memperlihatkan saat ini Pemilu sudah dimainkan secara “kotor” secara tidak langsung. Kita sebagai mahasiswa harus punya sikap dalam menyikapi hal ini. Meskipun banyak yang menyebut bahwa mahasiswa kedokteran sebagai mahasiswa “eksklusif” karena sikapnya yang selalu berkutat dengan akademik dan cenderung terlihat apatis terhadap masalah sosial disekitarnya. Kita harus memiliki kepedulian terhadap Pemilu ini, karena mau tidak mau, suka tidak suka pemimpin terpilih ini akan menentukan bagaimana Indonesia kedepannya dan lebih khusus lagi bagaimana kehidupan kita mahasiswa dan kehidupan Dokter Indonesia nantinya. Tersejahterakankah atau malah ditekan untuk lebih sengsara?

Adam, mahasiswa FK UMS angkatan 2013, seorang pemilih pemula untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,  berpendapat banyak sekali yang membuat bingung dirinya dalam Pemilu ini. Menurut Adam, dari apa yang ia rasakan ketika Pemilu Legislatif lalu banyak sekali kecurangan di dalamnya, ia melihat banyak sekali permainan kotor untuk memenangkan pemilu ini dari mulai Kontrak Politik yang sebetulnya tidak menguntungkan rakyat hingga money politik. Kemudian Adam memiliki pandangan sendiri terhadap 2 calon yang ada, menurutnya yang satu adalah tokoh nasionalis dan yang satu merupakan tokoh yang merakyat. Menurutnya keduanya sama-sama baik hanya saja tinggal sikap kita lah yang menentukan siapakah yang akan cocok memimpin Indonesia kedepan. Seorang tokoh nasionalis seperti Prabowo kah atau seorang tokoh merakyat seperti Jokowi? We don’t know. Adam pun berpendapat, kita sebagai mahasiswa harus berperan aktif dalam pemilu ini karena menurutnya, mahasiswa seperti kita sudah memiliki pandangan terhadap baik buruk nya calon dengan disiplin keilmuan kita ataupun dilihat dari bidang keilmuan yang lain. Dan Adam pun berharap dalam pemilu capres nanti kecurangan-kecurangan yang sudah terjadi di pemilu caleg lalu tidak lagi terulang demi kemajuan pesta demokrasi Indonesia nantinya.



Disini, yang terpenting adalah sikap kita dalam memilih. Jangan terpengaruh oleh kampanye-kampanye hitam yang menjelekkan calon satu sama lain. Kita harus menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin negeri ini 5 tahun kedepan. Kita yang menentukan bagaimana kah Indonesia kedepannya. Kita yang menentukan bagaimana nasib mahasiswa kedepannya, kita yang menentukan bagaimana disiplin keilmuan kita, kedokteran, berjalan seperti apa nantinya. Kita harus cerdas memilih demi Indonesia yang lebih sejahtera. Hidup Mahasiswa!!!!

Doc by : Yudwari

Nilaiku Malang Liburanku Sayang

                Pada akhir semester seperti ini yang dinantikan adalah sepucuk kertas yang biasanya di tempel pada tempat pengumuman dilantai 6. Bukan lain bukan iya adalah kertas pengumuman remidial. Remidial merupakan kegiatan dalam rangka sebagai sarana untuk memperbaiki ujian lampau  yang hasil akhirnya kurang memuaskan. Pelaksanaan remidial ini nantinya akan di letakkan pada ujung dari kegiatan perkuliahan umum di akhir semester pada hari libur mahasiswa. Selain itu terdapat biaya yang dibayarkan mahasiswa yang mengambil remidial kepada pihak universitas melalui beberapa bank yang telah ditunjuk sebagai tempat dilaksanakan transaksi pembayaran. Itu merupakan sekilas dari pelaksanaan remidial. Pada beberapa mahasiswa khususnya yang berasal dari luar Pulau Jawa, bahkan luar dan dalam Kota Solo pun mengharapkan agar kertas tersebut bisa segera untuk ditempelkan di sana dan diikuti oleh keluarnya jadwal pelaksanaan remidial. 
Ketika hasil ujian yang telah terlaksana di pajang pada papan pengumuman, terlihat banyak sekali ekspresi yang terlihat. Tak banyak mungkin yang bisa tersenyum bebas lepas dan segera menelpon keluarga disana perihal tanggal berapa mereka akan pulang. Pasalnya dari segelintir mahasiswa yang merasa puas akan nilainya di sisi lain ada beberapa mahasiswa yang merasa dirinya gagal untuk meraih nilai yang diharapkan.

Point pertama yang kami ingin garis bawahi disini adalah sebenarnya tidak ada kata gagal. Tidak ada. Kalaupun memang kita mendapatkan nilai yang kurang memuaskan itu adalah sebuah proses belajar yang kita lalui. Dan inilah yang dijadikan untuk acuan belajar kita di proses yang selanjutnya. Terapkan dihati kecil masing-masing untuk berikan yang terbaik, jangan ada remidial,segera berkumpul dengan keluarga. Kalaupun memang hal terpahit adanya remidial ,keputusan untuk mengambil atau tidaknya ada di tangan kita sendiri. Selagi status kita mahasiswa dan masih bisa untuk mengambil remedial silahkan untuk diambil agar nantinya tidak akan menyesal jika kita akan melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Akan tetapi perlu diwaspadai  jangan jadikan remedial sebagai alasan klasik untuk bersantai yang membuat anda semakin terbuai akan indahnya masa perkuliahan. Point kedua yang bisa diambil hikmah dari kejadian ini adalah mungkin ini merupakan teguran dariNya kepada kita tetapi melalui hasil ujian ini. Silahkan kita untuk merenung kembali pada point kedua tersebut. Point ketiga adalah seberapapun hasil yang didapatkan itu adalah hasil kerja keras anda dan hasil dari setiap doa-doa kita. Selalu ada akhir yang indah disetiap usaha dan doa yang keras. Selain keluarga yang merupakan supporter utama dari setiap usaha kita, silahkan untuk melihat pada sekeliling kita. Disekeliling kita terdapat teman. Silahkan kita saling menjadi supporter untuk teman kita. Dukungan positif seperti apapun itu berikanlah selama itu akan membuatnya menjadi  lebih tenang dan semangatnya menjadi bangkit lagi. 

Semoga dari adanya artikel ini bisa membuat kita lebih bisa bijak dalam menyikapi hal sensitif seperti ini. Dan menjadikan anda,saya dan mereka untuk bisa lebih memiliki semangat untuk adanya perjuangan yang hasilnya tak akan ada hal yang sia-sia. Proses belajar pada dunia kedokteran adalah seumur hidup. Jadi silahkan untuk kita menghidupkan semangat membara di hati sampai nanti.

Hidup Mahasiswa,Hidup !
Sekian .


CNF

Dokter Kecil FK UMS

Foto bersama saat akhir acara

Sabtu, 21 Juni 2014 bertempat di Madrasah Ibtida’yah Muhammadiyah Gonilan, Kartasura, telah dilaksanakan kegiatan pengkaderan dokter kecil kepada siswa-siswi MI Muhammadiyah. Kegiatan dokter kecil yang merupakan salah satu agenda pengenalan profesi dokter kepada siswa-siswi, dimana tujuannya dapat menarik motivasi dan kegigihan siswa-siswi MI kedepan untuk dapat menjadi dokter generasi selanjutnya.

Kegiatan yang di motori oleh salah satu dosen FK UMS dr. M. Shoim  ini juga diharapkan dapat menjadi modal sekaligus spirit kepada siswa-siswi akan pentingnya perilaku hidup sehat. Dalam kegiatan kali ini juga dr. Shoim dibantu oleh salah satu mahasiswa FK UMS diantaranya M. Apriyanda dan Pratama, selain itu juga hadir mahasiswa Co-Ass, Fiqi.

Kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hari sampai menjelang siang ini diawali dengan pembagian Kuisioner kepada siswa-siswi untuk di isi, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan pemateri dan pemberian materi yang bertemakan “bahaya jajanan” yang disampaikan oleh Pratama. Di sesi selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tampak siswa-siswi MI muhammadiyah cukup tertarik dalam kegiatan ini terbukti dari banyaknya penanya dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan dokter kecil yang menargetkan kepada siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 ini merupakan program pengenalan pertama dimana harapannya nanti dapat terus berlanjut dan berkembang. “kegiatan ini merupakan awal pengenalan program dokter kecil, dimana nantinya kita akan lanjutkan secara intensif setelah libur lebaran” ungkap dr. Shoim. “kegiatan ini juga nantinya harapannya bisa dikembangkan oleh mahasiswa FK UMS lebih baik dan lebih luas lagi cakupannya” lanjut dr. Shoim saat diwawancarai reporter MAESTRO.

Akhir rangkaian kegiatan dokter kecil ini pun ditutup dengan pembagian makanan dan susu kepada siswa-siswi dan dilanjutkan dengan foto bersama. Harapannya kegiatan  ini dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga generasi-generasi penerus dapat semakin semangat untuk menggapai citanya. 

Juni 06, 2014

TBM GYRUS FK UMS ADAKAN HTTS


Briefing Kegiatan : tampak seluruh anggota TBM Gyrus FK UMS sedang melakukan briefing sebelum memulai kegiatan

Hari tanpa tembakau sedunia atau yang di singkat HTTS ini diperingati tiap tanggal 31 Mei. TBM (Tim Bantuan Medis) Gyrus sebagai salah satu UKM yang ada di Fakultas Kedokteran UMS memperingati HTTS tersebut pada hari Minggu, 1 juni 2014 dengan kegiatan berpusat di salah satu jalan yang ada di area Solo tepatnya Jl.Slamet Riyadi yang mana juga sebagai salah satu tempat fokus keramaian Masyarakat yang ada di kota Solo tentunya.
Kegiatan tahunan yang diadakan ini di lakukan pihak TBM Gyrus FK UMS agar masyarakat yang ada di sekitar Solo atau yang sedang kebetulan berada di area Jl.Slamet Riyadi menyadari bahayanya dampak rokok terhadap tubuh manusia dan sangat tidak ada manfaat positif sama sekali dari merokok. Kegiatan yang dilakukan TBM ini bertemakan “Long Life without Cigarette” yang di mana setiap orang dapat hidup sehat atau hidup panjang tanpa rokok.
Mita Restuning Aji selaku ketua panitia HTTS menyampaikan bahwa kegiatan ini menargetkan masyarakat yang ada di Jl.Slamet Riyadi kota Solo yang bertepatan dengan kegiatan CFD (Car Free Day) yang rutin diselenggarakan tiap hari minggu “ kita memilih kagiatan disana, karena kebetulan pada minggu pagi seperti ini banyak masyarakat sedang berkumpul di Jl.Slamet Riyadi”. Mita mengatakan bahwa kegiatan ini sudah disiapkan dari sekitar satu bulan sebelumnya agar kegiatan ini berjalan sesuai apa yang kita harapkan. Kegiatan yang dilakukan dari pihak TBM mulai dari sosialisasi betapa bahayanya merokok sampai meminta tanda tangan kepada masyarakat yang ada sebagai bentuk mendukungnya hari tanpa tembakau tersebut. Mita juga menambahkan “kita juga melakukan kegiatan  berupa menukar sebatang rokok dengan sebungkus permen, dimana harapannya mereka yang merokok tidak merokok lagi” ungkapnya. Kegiatan ini dimulai dari pukul 06.00 WIB dengan melakukan long march dari area di tutupnya Jl.Slamet Riyadi sampai ke ujung jalan berikutnya, agar setiap warga yang ada tau bahwa merokok sangat tidak baik buat kesehatan.
Salah satu masyarakat yang mendukung kegiatan ini yaitu Rahmat Julianto mengaku sangat menyutujui kegiatan yang telah di lakukan oleh pihak TBM Gyrus FK UMS tersebut dia mengatakan “saya sangat setuju sekali, karena dengan begitu orang-orang sadar kalau merokok itu sangat tidak bagus buat tubuh, apalagi sekarang banyak anak kecil yang merokok juga” ujarnya. Beliau mengharapkan kegiatan ini kalau bisa diadakan tidak setiap tahun saja tapi kalau bisa setiap minggu agar banyak yang sadar, “apalagi asap orang yang merokok itu sangat mengggangu orang lain” keluh Julianto kepada reporter. Dengan adanya kegiatan ini harapannya area Jl.Slamet Riyadi kelak dapat dijadikan area yang bebas dari rokok dan pengguna rokok dapat menyadari betapa merugikannya dampak merokok.

Sosialiasi Kemasyarakat : terlihat beberapa  anggota TBM sedang mensosialisasikan bahaya rokok ke salah satu masyarakat yang ada di Jl.Slamet Riyadi.

Doc. : Budi Fajar K.

Mei 22, 2014

BELAJAR BARENG CORNEA FK UMS


Suasana saat belajar bersama CORNEA FK UMS

Selasa, 20 Mei 2014 CORNEA FK UMS menyelenggarakan bimbingan belajar bagi  seluruh mahasiswa dan mahasiswi KU angkatan 2013. Bertempat di kampus IV lantai 6 ruang kuliah semester 1. Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 19.00 s/d 21.00. Peserta yang menghadiri kegiatan ini cukup antusias, terbukti dengan jumlah peserta yang tidak kurang dari 100 orang.
Kegiatan bimbingan belajar bersama CORNEA ini merupakan kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa Kedokteran Umum (KU) angkatan 2013 dalam rangka menghadapi reponsi blok life cycle yang akan dilaksanakan pada hari kamis, 22 Mei 2014. Materi yang dibahas dalam bimbingan belajar yang pertama kali digelar oleh CORNEA ini berkaitan tentang Embriologi (ilmu yang membahas tentang perkembangan embrio). “Acara ini sangat luar biasa, harapannya sih bisa terus berlanjut hehe...” tandas Yoga selaku peserta pada acara Bimbingan belajar ini. Sebernarnya acara bimbingan belajar seperti ini sudah pernah digelar oleh FSIKI. Namun, bagi CORNEA ini merupakan kali pertama mengadakan acara bimbingan belajar di tahun 2014.
Kegiatan ini juga menghadirkan 4 asdos (Asisten Dosen) Anatomi dari Mahasiswa Kedokteram Umum angkatan 2012 diantaranya adalah Junia Astri Damayanti, Muhamad Prayoga, Rian Budi Gunawan dan Nanda Dwi Mahara yang tampak hadir pada kegiatan kali ini. “Kegiatan ini bagus, bisa meningkatkan rasa kekeluargaan dan saling silaturahmi antara mahasiswa kedokteran” tandas Nanda. Tanggapan muncul dari pemrakarsa kegiatan yang juga sekaligus Ketua Umum CORNEA yaitu Prayoga Alhamdulillah peserta antusias. harapannya semoga kegiatan ini bisa dilanjutkan oleh adik-adik KU angkatan 2013 kepada KU angkatan 2014. Sehingga ada regenerasi yang semakin bagus”.


Doc. : Ferdy Arif Fadillah

Mei 17, 2014

Oknum Penipu, Mahasiswa FK UMS Resah

17 Mei 2014, sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran UMS diresahkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan mencoba melakukan penipuan terhadap mahasiswa dengan mengaku sebagai salah satu dosen FK UMS yang bermoduskan beasiswa dan biaya seminar nasional.

Oknum yang mengaku sebagai dosen bahkan mengaku sebagai teman dosen FK UMS ini di ketahui mencoba melakukan penipuan terhadap mahasiswa FK UMS melalui pesan singkat (SMS), dan meminta di kirim sejumlah uang. Dari beberapa informasi yang didapat oknum tersebut juga sempat meminta daftar kontak Handphone mahasiswa FK UMS kepada salah satu mahasiswa FK UMS dan mengaku sebagai salah satu rekan dr. Yusuf Alam Ramadhan. Namun, setelah di konfirmasi ternyata dr. Yusuf tidak tahu menahu mengenai oknum tersebut. 

Kesaksian lain juga didapat dari salah satu mahasiswa FK UMS berinisal "AR" yang hampir terkena penipuan tersebut. "AR" mengaku oknum tersebut mengaku sebagai Rektor FK UMS dan meminta mengirim uang sebesar 1 juta rupiah. awalnya AR di minta ke ATM untuk mengecek tabungan karena akan dikirim uang untuk Simposium Nasional, akan tetapi AR justru diminta mengirim uang bernominal diatas. Namun, AR mengaku segera sadar dan merasa tidak sempat mengirim uang tersebut hanya saja AR mengaku Kartu ATM tertelan dalam mesin ATM karena terlalu lama dan tidak segera diambil.

Segera setelah banyak laporan mengenai kasus ini, JARKOM segera disebarkan dari mahasiswa ke mahasiswa lain agar kasus ini segera tidak memakan korban. Dari sumber info yang didapatkan sampai sekarang belum ada mahasiswa yang menjadi korban secara pasti dari oknum tersebut. Hanya saja hal ini menyebabkan keresahan di kalangan mahasiswa FK UMS.


HARAP HATI-HATI TERHADAP OKNUM YANG MENGGUNAKAN NOMOR DI BAWAH INI :
a. 081296676333
b. 08151666253


Mei 15, 2014

LIFT SERING RUSAK MAHASISWA FK UMS MERANA


MaestroFKUMS.com. (8/5) UMS merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang menjadi tujuan kuliah setelah lulus SMA. Pendidikan Dokter menjadi salah satu Program Studi  favorit  para pendaftar. Apalagi sekarang telah terakreditasi B (Baik) oleh BAN-PT, salahsatu keunggulan pada penilaian akreditasi yaitu mengenai fasilitas kegiatan belajar mengajar. Sekarang ini FK UMS telah mempunyai gedung baru yang megah, dinamakan kampus 4 UMS. Gedung ini bertingkat 6 lantai yang terdiri dari ruang kelas (lantai 5 dan 6), ruang tutorial (lantai 5), laboratorium (lantai 1 dan 4), ruang skill lab (lantai 3) dan perpustakaan (lantai 2).
Setiap lantai disertai fasilitas tambahan yaitu lift, berguna membantu mahasiswa  mengikuti kegiatan kuliah ke lantai atas tanpa harus mengeluarkan tenaga extra. Itu semua demi lancarnya kegiatan belajar mengajar.  Namun akhir-akhir ini lift di gedung FK UMS sering mengalami gangguan, hal itu menyebabkan mahasiswa merasa merana. Hali ini dikarenakan mahasiswa harus berjalan melalui tangga sampai lantai 6, terlebih lagi apabila mahasiswa harus bolak-balik dari lantai atas ke bawah sesuai keperluan. Salah satu mahasiswa bernama Lian berkeluh kesah mengenai hal ini,”Kerusakan lift ini merugikan mahasiswa dan Dosen karena berpengaruh mengganggu proses belajar mengajar. Lian menambahkan, jika secara manual naik tangga maka mahasiswa akan berkeringat, akibatnya akan menghilangkan konsentrasi belajar.
Salah satu satpam di FK UMS menjelaskan bahwa lift mati karena beberapa factor meliputi over load penumpangnya dan pintu sering ditahan. “Gangguan lift mati mulai terjadi sekitar bulan November 2013 tapi dahulu sudah diperbaiki, kita menghimbau agar mahasiswa lebih bersikap dewasa dalam hal memakai fasilitas kampus.”
Kita berbagi tips jika terjebak dalam lift :
1.      Jangan berusaha keluar dari lift sendiri dengan cara ceroboh karena berbahaya
2.      Bersikap tenang, gunakan tombol darurat untuk memanggil satpam
3.      Jangan membayangkan film-film hantu atau lift akan terjun bebas
4.      Berdoa dan tunggu sampai pertolongan tiba.
Pemberitahuan bahwa Lift di FK UMS telah dilengkapi system safety yang akan menjamin keselamatan penumpangnya.

M. Irwanto



Mei 09, 2014

WISUDA, 4 CUMLAUDE FK UMS


Sabtu, 3 mei 2014 bertempat di gedung olahraga Universitas Muhammadiyah Surakarta  dilaksanakan wisuda periode 1 tahun 2014 dengan jumlah 1.741orang wisudawan terdiri dari dua wisudawan dari program D-III, Sembilan wisudawan dari program D-IV dan program S-1 sebanyak 1.730 wisudawan.
Sementara itu Fakultas Kedokteran sendiri meluluskan wisudawan sebanyak 87 orang dengan gelar s.ked (sarjana kedokteran) diantaranya 24 wisudawan dan 60 wisudawati yang nantinya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan klinis selama 1,5 tahun.
Dari 87 orang wisudawan wisudawati hanya 4 orang yang disebutkan masuk dalam kreteria nilai cumlaude. “kriteria cumlaude untuk program D-III dengan IPK minimal 3,51 dengan massa studi tujuh semester sementera untuk D-IV  dan S-1 adalah IPK minimal 3,51 dengan massa studi maksimal 10 semester” terang  Wakil Rektor 1 bidang akademik Dr.Muhammad Da’I, M.Si,Apt, dalam sambutannya kepada seluruh wisudawan. Berikut 4 nama orang wisudawan wisudawati yang memiliki nilai cumlaude di Fakultas Kedokteran.
1.      Beti Wulandari                           : IPK : 3,57
2.      Jean stevany suryana putri         : IPK : 3,56
3.      Muhammad iqbal                       : IPK : 3,54
4.      Marini daniar caesar                   : IPK : 3,52
Tiga orang wisudawati dan satu orang wisudawan yang berhasil memiliki nilai diatas kriteria nilai cumlaude dan berhak menjadi wisudawan terbaik di angkatannya tentunya akan memberikan nilai tersendiri buat adik tingkatnya yang masih manjalani masa akademik di Fakulltas Kedoteran Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk dijadikan salah satu acuan menjadi lulusan terbaik di angkatnnya juga.
Harapan dari beberapa wisudawan saat ditemui mengatakan bahwa kedepannya fakultas kedokteran semakin maju dalam hal pendidikan dan mampu mencetak dokter yang sesuai dengan visi misi fakultas kedokteran universitas muhammadiyah Surakarta.

Nur Azikin Rozally

Mei 06, 2014

LULUS WAJIB IPK 3.0 ???




Wisuda merupakan hari-hari yang sangat ditunggu bagi mahasiswa tidak terkecuali bagi mahasiswa kedokteran. Tidak bisa dibayangkan betapa senangnya orang tua kita mendengar bahwa anaknya telah menjadi sarjana apalagi bergelar S.Ked. Namun, apakah gelar saja sudah cukup? Tentu tidak jawabnya , Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pun saat ini masih menjadi momok bagi sekalangan mahasiswa karena dianggap penting dalam mencari pekerjaan ataupun melanjutkan studi.
IPK selain menjadi gambaran kemampuan mahasiswa dalam belajar juga sebagai syarat dalam wisuda. Tidak jarang terdengar berita burung mengenai syarat wisuda yang mewajibkan mahasiswa memperoleh IPK minimal 3.0. Bagi sebagian mahasiswa mungkin ini hal yang sepele namun tidak sedikit juga mahasiswa yang memberatkan terutama pada pembahasan kali ini adalah mahasiswa kedokteran.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Prodi Strata 1 Kedokteran UMS dr. Sri Wahyu Basuki, M.Kes mengatakan bahwa  syarat wisuda bukan hanya dari IPK melainkan juga dari beberapa komponen antaralain,
1.        SKS sudah lengkap (150 SKS untuk mahasiswa kedokteran)
2.        Skills Lab minimal B
3.        Sudah mendapatkan SKL (Surat Keterangan Lulus) dari Fakultas
4.        IPK minimal 2.75 (S-1), 3.0 (S-2)
5.        Telah mendaftar wisuda

Dengan hal ini jelas bahwa syarat IPK yang memenuhi wisuda untuk mahasiswa S-1 adalah 2.75 sementara IPK 3.0 diwajibkan bagi mahasiswa S-2. Beliau juga mengatakan bahwa semua peraturan-peraturan ini  dibuat bukan untuk memberatkan mahasiswa tetapi agar mahasiswa dapat belajar dengan baik dan mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya.

Karsa Lugi Y


PEMBAJAK KESEHATAN DALAM OEDEMA

dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes saat mengisi acara OEDEMA

OEDEMA (Operation D’Book Of Medical Ability) merupakan acara bedah buku yang diselenggarakan oleh BEM FK UMS untuk semua kalangan (umum). Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Mei 2014 di kampus 4 Fakultas Kedokteran UMS. Oedema mengangkat tema “Siapakah Pembajak Kesehatan Diri Anda” dengan mendatangkan penulis buku tersebut, dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes. Buku Pembajak Kesehatan produksi penerbit Tiga Serangkai tersebut adalah salah satu buku karya dr. Yusuf  Alam yang membahas tentang dunia kesehatan dari sudut pandang seorang dokter yang dikemas secara menarik dan tidak membosankan untuk dibaca.
Dalam bedah buku tersebut, dr. Yusuf banyak menghadirkan fakta-fakta kesehatan yang diulas berdasarkan buku Pembajak Kesehatan karyanya. Beliau juga membagi informasi seputar dunia kesehatan yang menjadi pengetahuan baru bagi peserta. Pemberian materi yang tidak membosankan adalah nilai tambah yang memberikan kesan baik bagi peserta. Hal ini tercermin dari antusiasme peserta yang mengikuti Oedema. Rangkaian acara Oedema meliputi pembukaan, penyampaian materi kesehatan oleh dr. Yusuf Alam Romadhon, Hiburan oleh nasyid AIVI, pemberian motivasi tentang penulisan, dan penutup. Bahkan, hiburan nasyid oleh AIVI terbukti mampu menambah semarak acara bedah buku ini.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta, Chusnul, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat UMS, mengungkapkan ketertarikannya akan acara ini. “Ini acara yang menarik, tema yang disajikan membuat saya penasaran, makanya saya datang kemari,” ungkapnya. Senada dengan Chusnul, ketua panitia Oedema, Nenggi Nissa mengungkapkan bahwa acara ini adalah program kerja baru dari divisi PPKI BEM yang dapat terselenggara dengan baik. “Meskipun kurang publikasi, tapi rangkaian acara hari ini berjalan lancer,” tandasnya.

             Besar harapan peserta Oedema agar acara semacam ini lebih diperbanyak sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan rasa peduli terhadap kesehatan pribadi maupun orang lain. Terlebih mengingat slogan mencegah lebih baik daripada mengobati, maka sudah selayaknya kita peduli pada kesehatan agar pembajakan kesehatan yang seringkali dilakukan terhadap diri sendiri tidak menjadi kebiasaan buruk hingga tua.
dr. Yusuf bersama pembawa acara saat awal acara

suasana saat acar OEDEMA berlangsung

Report by : Baiq Yunita Haptia

Satu Ruangan untuk tiap Ormawa (Organisasi Mahasiswa)


FAKULTAS KEDOKTERAN, UMS – Rabu (23/04). Akhirnya tiap UKM mendapatkan ruangannya masing-masing, hal ini dibuktikan dengan diadakannya rapat untuk membahas hal tersebut. Bertempat di ruang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammaiyah Surakarta. Pada rapat tersebut dihadiri oleh wakil dekan II dr. Anika Candrasari, wakil dekan III dr. Burhanudin Ichsan, Ibu Warti, serta perwakilan dari masing-masing UKM beserta gubernur BEM, DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) dan IMM.
Pada rapat tersebut terbentuklah hasil sebagai berikut, terdapat dua ruangan besar yang akan dibagi menjadi ruang DPM, IMM dan 4 UKM. Pertama, ruang poliklinik dibagi menjadi 4 bagian, yang akan digunakan oleh UKM Maestro (Lembaga Jurnalis Kampus), UKM Cornea (Lembaga Riset dan Penelitian), UKM Kosmo (Kompetesi Olahraga), serta DPM. Ruangan kedua yakni bekas Cadaver yang sudah dikosongkan, ruangan ini akan digunakan untuk ruangan IMM dan UKM TBM (Tim bantuan medis) yang dirangkap sekaligus dengan Poliklinik. TBM dan Poliklinik ditempatkan dalam satu ruangan dengan harapan kinerja serta koordinasi TBM menjadi lebih baik.  
Menurut ketua DPM, Nur Azikin Rozali, pembagian ruangan dirasa sudah adil.
Saya merasa senang akan hal ini karena baru tahun ini bisa terlaksana, juga bersyukur karena masing-masing ormawa (UKM, DPM dan IMM) telah mendapatkan ruangannya. Semoga ruangan yang telah diberikan dapat digunakan dengan baik, namun untuk pembagian keseluruhan secara detail, saya masih belum tahu. Dia juga menambahkan bahwa dari pihak UKM memberi rekomendasi kepada Dakanat untuk menyediakan barang-barang yang dibutuhkan seperti meja, kursi, lemari, dan berbagai barang penting lainnya.


[Zulfikar Adi Gumawang]